PENGUKURAN EVAPORASI



LAPORAN PENGUKURAN
EVAPORASI
Disusun untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Hidrologi






 
DOSEN PENGAMPU:

FATIYA ROSYIDAH




DISUSUN OLEH:

           ZAHROH HAYATI             


Universitas Negeri Malang
Fakultas Ilmu Sosial
Jurusan Geografi
2017/2018





BAB 1
PRAKTIKUM HIDROLOGI
PENGUKURAN EVAPORASI
       I.            Tujuan
1.      Mengetahui persebaran evaporasi disekitar kampus UM.
2.      Menganalisis perbedaan evaporasi air bersih dan air kotor.
3.      Menganalisis hubungan kondisi lingkungan dengan evaporasi.

    II.            Landasan Teori
Penguapan atau evaporasi adalah peristiwa berubahnya air menjadi uap air yang terjadi pada air / lengas yang berada di berbagai benda di permukaan bumi. Sumber terbesar evaporasi adalah air laut dan lautan. Pada dasarnya peristiwa evaporasi berlangsung 2 proses yang berkelanjutan, yaitu :
a.       Interface evaporation yaitu proses transvormasi dari air menjadi uap air dipermukaan bumi. Proses ini bergantung pada besarnya energy yang tersimpan.
b.      Vertical vapotransfer yaitu pemindahan udara yang sudah kenyang uap air dari interface ke atmosfer.
Ada beberapa istilah penting tentang penguapan air yang penting yang harus di pahami yaitu :
a.       Evaporasi adalah proses pertukaran molekul air menjadi uap air di atmosfer atau dengan kata lain peristiwa berubahnya air atau se menjadi uap air di udara. Penguapan ini terjadi pada setiap kondisi temperature , sampai uadara di ataas permukaan menjadi jenuh air.
b.      Transpirasi adalah proses hilangnya air pada badan tumbuhan akibat penguapan terutama melalui stomata daun.
c.       Evapotranspirasi adalah penguapan total yang terjadi pada permukaan air, tanah, dan tumbuhan di suatu daerah.
d.      Evaporasi potensial adalah jumlah penguapan air persatuan luas dan waktu terjadi pada kondisi atmosfer saat itu, apabila tersedia cukup air atau berlebih.
e.       Evapotransirasi potensial adalah jumlah air yang diuapkan badan air tumbuhan dan permukaan tanah dalam keadaan jenuh, pada kondisi saat itu dengan syarat air yang tersedia cukup atau lebih.
f.       Evapotranspirasi actual adalah jumlah air yang di uapkan oleh badan air, tumbuhan, dan peermukaan tanah yang benar-benar terjadi saat itu.
Factor penyebab evaporasi, adapun factor utama yang menyebabkan terjadinya evaporasi adalah adanya sumber energy. Hal ini dikarenakan air bisa menguap disebabkan adanya energy yang bersumber dari :
1.      Sinar matahari.
2.      Panas yang dibawa angin.
3.      Panas didalam tanah.
4.      Panas didalam air.
Besar kecilnya penguapan air pada permukaan air bebas di pengaruhi oleh banyak factor, yaitu :
a.       Kelembapan udara, semakin tinggi kelembapan udara maka penguapan semakin kecil.
b.      Tekanan udara, semakin besar tekanan udara maka penguapan akan semakin besar.
c.       Kedalaman dan luas permukaan air, semakin dalam air maka penguapan akan semakin kecil dan semakin luas permukaan air maka akan semakin besar penguapan.
d.      Kualitas air, air yang tercemar oleh ion-ion bermuatan jika terkena panas sinar matahri, ion tersebut akan bergerak lebih cepat, sehingga suhu air menjadi lebih tinggi dan penguapan menjadi lebih besar.
e.       Kecepatan angin, semakin besar kecepatan angin bertiup maka akan semakin besar penguapan
f.       Topografi, suatu yang letaknya semakin tinggi, maka suhunya akan semakin kecil, sehingga penguapan juga akan semakin kecil.
g.      Iklim/musim, perbedaan iklim dan musim mempengaruhi perbedaan penguapan air yang terjadi di suatu daerah.
h.      Lama penyinaran, semakin lama suatu tempat (badan air) mengalami penyinaran akan semakin besar penguapan yang terjadi di daerah tersebut.
i.        Temperature, semakin tinggi temperature air akan semakin tinggi pu;a penguapan.

 III.            Alat dan Bahan
1.      2 toples
2.      Lakban
3.      Air kotor
4.      Air bersih
5.      Penggaris
6.      Spidol
7.      Batu
8.      Tali raffia
9.      Buku
10.  Alat tulis

 IV.            Langkah Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Mengisi baskom dengan air kotor dan air bersih pada toples yang berbeda dengan ketinggian 16 cm.
3.      Mengukur ketinggian air awal sebelum terjadi evaporasi.
4.      Meletakkan ke dua baskom di tempat yang telah ditentukan pada ketinggian 30 cm.
5.      Mencatat waktu dimulai dan data awal di tabel yang sudah disediakan.
6.      Pada waktu yang telah ditentukan hitung penyusutan ketinggian air pada kedua baskom lalu mencatatnya di tabel yang sudah disediakan.






    V.            Hasil Praktikum
a.       Table penguapan dan kondisi lingkungan
No.
Lokasi
Evaporasi
Kondisi Lingkungan
Air bersih (mm)
Air kotor (mm)
Luas (m)
Keterbukaan
Jenis tanah
jumlah pohon
1
Depan FIS 1
5
7
103.53
Terbuka
Paving
1
2
Depan FIS 2
4
5
89.128
Terbuka
Rumput
2
3
Parkir mobil FPPsi
4
6
72.54
Terbuka
Paving
1
4
Parkir motor FPPsi
3
4
139.5
Semi terbuka
Paving
2
5
Samping A1
2
5
185.12
Terbuka
Rumput
1
6
Depan A2
3
3
141.12
Terbuka
Paving
-
7
Lapangan voli depan A3
8
7
190.92
Terbuka
Semen
-
8
Parkiran depan pascasarjana
3
4
70.56
Terbuka
Paving
-
9
Selatan masjid
4
7
34
Terbuka
Paving
-
10
Kolam renang
5
5
64
Terbuka
Paving
11
Asrama putri
5
7
43.68
Terbuka
Paving
-
12
Asrama PPG
2
2
505.12
Semi terbuka
Paving
-
13
Jalan kembar depan PPG
2
4
88.2
Terbuka
Paving
14
Depan sasana budaya
9
10
603
Terbuka
Paving
-
15
Bundaran graha rektorat
15
10
450
Terbuka
Semen
-
16
Depan graha rektorat
4
5
166.5
Terbuka
Paving
-
17
Parkiran graha rektorat
6
7
311.6
Terbuka
Paving
-
18
Gerbang Surabaya
1
2
94.5
Terbuka
Paving
-
19
Samping parkiran depan gracak
5
6
390
Terbuka
Paving
-
20
Parkir gazebo teknik
3
3
169.2
Semi terbuka
Paving
3

b.      Table rata- rata evaporasi air bersih dan air tercemar
No
 Lokasi
Evaporasi
Air bersih
Air tercemar
1
Depan FIS 1
13.33
18.67
2
Depan FIS 2
10,67
13.33
3
Parkir Mobil FPPsI
10,67
16.00
4
Parkir Motor FPPsi
8.00
10.67
5
Samping A1
5.33
13.33
6
Depan A2
8.00
8.00
7
Lapangan Voli Depan A3
21.33
18.67
8
Parkiran Depan Pascasarjana
8.00
10.67
9
Selatan Masjid
10.67
18.67
10
Kolam Renang
13.33
13.33
11
Asrama Putri
13.33
18.67
12
Asrama PPG
5.33
5.33
13
Jalan Kembar Depan PPG
5.33
10.67
14
Depan Sasana Budaya
24.00
26.67
15
Bundaran graha rektorat
40.00
26.67
16
Depan graha  rektorat
10.67
13.33
17
Parkiran grahaa rektorat
16.00
18.67
18
Gerbang Surabaya
2.67
5.33
19
Samping parkiran depan gracak
13.33
16.00
20
Parkir gazebo teknik
8.00
8.00

Rata-rata
12.40
14.53

c.       Table keterbukaan dengan jumlah evaporasi air bersih dan air tercemar
No
Lokasi
Keterbukaan
Evaporasi
Air bersih
Air tercemar
1
Depan FIS 1
Terbuka
13.33
18.67
2
Depan FIS 2
Terbuka
10,67
13.33
3
Parkir mobil FPPsi
Terbuka
10,67
16.00
4
Parker motor FPPsi
Semi terbuka
8.00
10.67
5
Samping A1
Terbuka
5.33
13.33
6
Depan A2
Terbuka
8.00
8.00
7
Lapangan voly depan A3
Terbuka
21.33
18.67
8
Parkiran depan pascasarjana
Terbuka
8.00
10.67
9
Selatan masjid
Terbuka
10.67
18.67
10
Kolam renang
Terbuka
13.33
13.33
11
Asrama putrid
Terbuka
13.33
18.67
12
Asrama PPG
Semi terbuka
5.33
5.33
13
Jalan kembar depang PPG
Terbuka
5.33
10.67
14
Depan sasana
Terbuka
24.00
26.67
15
Bundaran graha rektorat
Terbuka
40.00
26.67
16
Depan graha rektorat
Terbuka
10.67
13.33
17
Parkiran depan graha rektorat
Terbuka
16.00
18.67
18
Gerbang Surabaya
Terbuka
2.67
5.33
19
Samping parkiran depan gracak
Terbuka
13.33
16.00
20
Parkir gazebo
Semi terbuka
8.00
8.00

d.      Table jenis lantai dalam praktikum
No
Lokasi
Jenis lantai
Evaporasi

Air bersih
Air tercemar

1
Depan FIS 1
Paving
13.33
18.67

2
Depan FIS 2
Rumput
10,67
13.33
3
Parkir mobil FPPsi
Paving
10,67
16.00
4
Parker motor FPPsi
Paving
8.00
10.67
5
Samping A1
Rumput
5.33
13.33
6
Depan A2
Paving
8.00
8.00
7
Lapangan voly depan A3
Semen
21.33
18.67
8
Parkiran depan pascasarjana
Paving
8.00
10.67
9
Selatan masjid
Paving
10.67
18.67
10
Kolam renang
Paving
13.33
13.33
11
Asrama putrid
Paving
13.33
18.67
12
Asrama PPG
Paving
5.33
5.33
13
Jalan kembar depang PPG
Paving
5.33
10.67
14
Depan sasana
Paving
24.00
26.67
15
Bundaran graha rektorat
Semen
40.00
26.67
16
Depan graha rektorat
Paving
10.67
13.33
17
Parkiran depan graha rektorat
Paving
16.00
18.67
18
Gerbang Surabaya
Paving
2.67
5.33
19
Samping parkiran depan gracak
Paving
13.33
16.00
20
Parkir gazebo
Paving
8.00
8.00












 VI.            Pembahasan
a.       Table hubungan antara luas dengan evaporasi air bersih.
           Evaporasi
Luas  
2 – 14
15 – 27
28 – 40
< 100
8
-

100 – 150
3
-

>150
5
3
1

b.      Table hubungan antara luas dengan evaporasi air tercemar.
           Evaporasi
Luas  
5 – 12
13 – 20
>20
<100
3
4
-
100 – 150
2
3
-
>150
2
4
2

Dapat di jelaskan di dalam tabel  bahwa luas suatu lahan dapat mempengaruhi besar kecilnya evaporasi karena semakin luas suatu lahan maka penyinaran matahari akan semakin total menyinari dan semakin tinggi suhu udara yang di dapat wadah karena luas lahan yang luas maka laju evaporasi menjadi lebih besar
c.       Table hubungan antara jumlah evaporasi air tercemar dan keterbukaan lahan
           Evaporasi
Keterbukaan   
5 – 12
13 – 20
>20
Terbuka
4
11
2
Semi terbuka
3
-
-

d.      Tabel hubungan antara jumlah evaporasi air bersih dan keterbukaan lahan
           Evaporasi
Keterbukaan
2 – 14
15 – 27
28 – 40
Terbuka
13
3
1
Semi terbuka
3
-
-

Dalam proses evaporasi air membutuhkan sinar matahari untuk penguapannya. Makin banyak sinar matahari yang diterima maka akan menyebabkan suhu semakin tinggi. Makin tinggi suhu nya maka evaporasi juga akan semakin banyak dan laju.
Keterbukaan lahan berhubungan erat juga dengan banyak atau tidaknya sinar matahari yang menyinari suatu daerah. Hal itu dapat kita amati dari beberapa tempat di atas, contohnya saja seperti di lapangan volley A3 dengan kondisi keterbukaan nya adalah terbuka dan tidak didapati vegetasi di sekitarnya. Hal ini menyebabkan ia mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung. Banyak atau tidak adanya vegetasi maka itu juga akan mempengaruhi besar kecilnya evaporasi karena saat suatu lahan luas tapi tertutup oleh banyaknya vegetasi maka cahaya matahari yang akan menguapkan air di dalam wadah tidak akan langsung tersinari karena tertutup oleh banyaknya vegetasi dan evaporasi akan bergerak lambat begitu pun sebaliknya.
e.       Table hubungan antara jenis lantai dan jumlah evaporasi air tercemar
Jenis lantai          
evaporasi
rata- rata
Semen
18.67

22,67
26.67
Paving
18.67







13,67
16.00
10.67
8.00
10.67
18.67
13.33
18.67
5.33
10.67
26.67
13.33
18.67
5.33
16.00
8.00
Rumput
13.33

13.33
13.33

f.       Table hubungan antara jenis lantai dan jumlah evaporasi air bersih
Jenis lantai          
Evaporasi
rata- rata
Semen
21.33
30.66

40.00
Paving
13.33
10.66







        10.67
8.00
10.67
8.00
13.33
13.33
5.33
5.33
24.00
10.67
16.00
2.67
13.33
8.00
8.00
Rumput
10.67
4.00

5.33

Dari table di atas dapat kita lihat bahwa rata-rata evaporasi terbesar adalah evaporasi yang terjadi di atas lantai yang berbentuk semen, kemudian dengan diikuti paving dan yang terakhir adalah rumput. Secara alamiah bidang permukaan juga mempengaruhi banyak tidaknya evaporasi karena bidang permukaan yang sangat cepat menyerap panas seperti contoh semen, bidang permukaan itu otomatis atan menyalurkan panasnya pula ke atas wadah. Sedangkan bidang permukaan yang lambat atau kurang meyimpan panas seperti rumput akan sangat sulit menyalurkan energy panasnya ke wadah dan itu sebab pula kenapa evaporasi bisa berbeda.
VII.            Kesimpulan
Dapat di tarik kesimpulan kenapa air tercemar lebih cepat berevaporasi di banding air bersih karena air tecemar mempunyai ion ion bermuatan jika terkena sinar matahari ion terseut akan bergerak lebih cepat  dan suhu air lebih tinggi dan penguapan lebih besar. Namun selain itu juga ada beberapa factor yang lain yang menyebabkan perbedaan laju evaporasi atau banyak nya evaporasi yakni keadaan lingkungan sekitar. Banyak atau tidaknya vegetasi di daerah tersebut, luasan daerah juga mempengaruhi semakin luas suatu daerah maka evaporasi akan semakin laju. Jenis lantai pun ikut mempengaruhi. Temperature dan sinar matahari menjadi factor utama terjadinya penguapan.
VIII.            Daftar Pustaka
Utaya, Sugeng. 2013. Pengantar HIDROLOGI. Malang : Aditya Media Publishing.

Komentar

  1. titanium arts
    TATONIC ART titanium earrings CUSTOMING · TATONIC ROCKING T-TATONIC ROCKING T-TATONIC ROCKING T-TATONIC. This unique ventureberg.com/ and poormansguidetocasinogambling original design is crafted apr casino with the use of https://jancasino.com/review/merit-casino/ sustainable

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer