ANALISIS MASYARAKAT DAERAH BANTARAN SUNGAI BRANTAS KALIURANG KELURAHAN SAMAAN



MAKALAH GEOGRAFI DESA KOTA
ANALISIS MASYARAKAT DAERAH BANTARAN SUNGAI BRANTAS KALIURANGKELURAHAN SAMAAN
Dosen penampu : Drs. Singgih Susilo M.S, M.Si






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur yng sebesar-besarnya penulis haturkan ke hadirat yang maha kuasa atas berkat dan kasih sayangnya buku berjudul “ANALISIS MASYARAKAT DAERAH BANTARAN SUNGAI BRANTAS KALIURANGKELURAHAN SAMAAN “ akhirnya dpat diselesaikan. Buku ini di susun dalam rangka menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Geografi Desa Kota yang diampu oleh Bapak Singgih Susilo.
Dalam buku ini diuraikan tentang tata kehidupan masyarakat di daerah tersebut secara struktural, ekologis, politis-ekonomis dan behavioritis. Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penelitian maupun penulisan buku ini.
Segala upaya sudah dilakukan untuk menyempurnakan buku ini, namun tidak mustahil jika disana-sini masih terdapat kekurangan dan kesalahan dari penulis. Penulis mengharapkan kritik saran serta motivasi yang membangun agar dapat dijadikan bahan masukan. Semoga buku ini bermanfaat bagi semua pihak yang membaca.
Malang, 10 April 2018


Penulis 







DAFTAR ISI
BAB I                                                                                                             1
1.      PENDAHULUAN                                                                                   1
1.1.Latar belakang masalah                                                                             1
1.2.Tujuan penelitian                                                                                       1
BAB II                                                                                                                        2
2. KAJIAN PUSTAKA                                                                                 2
2.1. Konsep kota                                                                                             2
2.2. Klasifikasi kota                                                                                        4
2.3. Dasar-dasar mendefinisikan kota                                                             5

BAB III                                                                                                          7
3. METODOLOGI                                                                                         7
3.1. Desain penelitian                                                                                      7
3.2. Populasi dan sample                                                                                 7
3.3. Teknik pengambilan data                                                                         7
3.4. Analisis data                                                                                            8
BAB IV                                                                                                          9
4. KONDISI GEOGRAFI                                                                             9
4.1. Letak dan luas                                                                                          9
4.2. Kondisi kependudukan                                                                            10
4.3. Permukiman                                                                                             13
4.4. Ekonomi                                                                                                   15
4.5 Sosial budaya                                                                                            16
4.6 Fenomena dan masalah lingkungan                                                          18
BAB V                                                                                                            24
5.KESIMPULAN DAN SARAN                                                                  24
5.1. Kesimpulan                                                                                              24
5.2. Saran                                                                                                        24
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                25

                                                                          BAB 1
1.      Pendahuluan
1.1.Latar belakang masalah
            Memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman merupakan keinginan setiap orang. Semua orang mendapat hak yang sama, tapi kendala ekonomilah yang menghambat keinginan tersebut. Karena tidak memiliki uang yang cukup akhirnya masyarakat kelas bawah terpaksa mendirikan tempat tinggal di kolong jembatan atau di daerah pinggiran sungai dan daerah-daerah yang kumuh bahkan terpencil. Ada banyak sekali ancaman dan bahaya yang menghantui, dimana rumah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untukberistirahat dan tumbuh kembang anak. Tetapi mereka harus hidup dengan perasaan was-was jika tiba-tiba ada banjir besar atau ada kewenangan untuk diadakannya relokasi di wilayah yang mereka tempati.
1.2.Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitaian ini adalah untuk menganalisis masalah di daerah sekitar bantaran sungai kaliurang, mengamati pola hidup warga sekitar, mencermati kehidupan politik ekonomi dan juga tingkat pendidikan serta kesehatan masyarakat kaliurang



                                                                                                    

.






BAB II
2.      Kajian pustaka
Pengertian kota menurut beberapa ahli :
A.    Menurut Bintarto dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yangditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya.
B.     Pengertian Kota Menurut Arnold Tonybee
Sebuah kota tidak hanya merupakan pemukiman khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya masing-masing.
C.     Pengertian Kota Menurut Max Weber
Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal.

2.1.Konsep kota
Hakikat kota, Mayer melihat kota sebagai tempat bermukim penduduknya, baginya yang terpenting dengan sendirinya bukan rumah tinggal, jalan raya, rumah ibadah, kantor, taman, kanal dan sebagainya, melainkan penghuni yang menciptakan segalanya itu. Mumford lebih melihat kota sebagai suatu tempat pertemuan yang berkiblat keluar. Malah sebelum kota menjadi tempat untuk tinggal tetap, orang-orangnya pulang-balik dari pedesaan untuk berjumpa secara teratur. Di situ kota seperti magnet yang semakin kuat tarikannya baik perekonomian maupun keagamaan. Sebaliknya desa adalah bentuk permukiman yang penduduknya berkiblat ke dalam dan memusuhi orang luar, sikap orang orangnya relative kaku dan serba curiga. Max Weber memandang suatu tempat itu kota, jika penghuninya sebagian besar telah mampu memenuhi kebutuhannya lewat pasar setempat. Adapun barang-barangnya dibuat setempat pula ditambah yang dari pedesaan. Ini dasar sifat cosmopolitan kota yang menjadi hakikat kota, sehubungan itu ciri khas kota adalah pasarnya(Daldjoeni N. , 2017: 30-31).
Kota merupakan sebuah sistem yaitu sistem terbuka, baik secara fisik maupun sosial ekonomi, bersifat tidak statis dan dinamis atau bersifat sementara. Dalam perkembangannya, kota sukar untuk dikontrol dan sewaktu-waktu dapat menjadi tidak beraturan. Kota merupakan suatu wilayah berkembangnya kegiatan sisial, budaya dan ekonomi perkotaan yang tidak berstatus sebagai kota administratif atau kotamadya. Aktifitas dan perkembangan kota mempunyai pengaruh terhadap lingkungan fisik Prof. Dr. Ir. Zoe’raini Djamal Irwan, M.Si, tantangan lingkungan & lansekap kota (2004 ; 31). Beliau juga mengemukakan pengrtian kota sebagai berikut:
1. Suatu areal dimana terdapat atau menjadi pemusatan penduduk dengan kegiatannya dan merupakan tempat konsentrasi penduduk dan pusat aktivitas perekonomian (seperti industri, perdagangan dan jasa)
2. Kota merupakan sebuah sistem, baik secara fisik maupun sosial ekonomi, bersifat tidak statis yang sewaktu-waktu dapat menjadi tidak beraturan dan susah dikontrol.
3. Mempunyai pengaruh terhadap lingkungan fisik seperti iklim dan sejauh mana pengaruh itu sangat tergantung kepada perencanaannya.

Prof. Dr. Ir. Zoe’raini Djamal Irwan, M.Si, juga mengemukakan dalam bukunya tantangan lingkungan & lansekap kota (2004 ; 31), dari berbagai macam sudut pandang para ahli, aspek utama yang digunakan untuk menjelaskan pengertian kota antara lain adalah dari aspek morfologi, jumlah penduduk, hukum, ekonomi, dan sosial. Berbagai literatur mengenai kota antara lain mengemukakan bahwa banyak kota – kota bermula dari desa kecil yang terdapat di pusat pertanian yang subur, misal nya Los Angeles. Hal serupa terjadi jika daerah pertanian itu menjadi suatu daerah yang optimum bagi pertumbuhan ekonomi pertanian yang terus berkembang. Kota petani tumbuh dengan pesatnya ke daerah subur yang justru merupakan unsur utama perkembangan kota. Sehingga berakibat pada usaha pertanian yang menjadi terhambat, bahkan akirnya perdagangan mengganti sistem pertanian daerah secara menyeluruh.kota berkembang terus dan menyebar ke arah tanah pertanian yang mengakibatkan rusaknya usaha pertanian. Banyak kriteria yang digunakan untuk sebuah kota sehingga defenisi kota berbeda disetiap negara. Namun, Bank Dunia tantangan lingkungan & 39 lansekap kota (2004 ; 32) membuat standar untuk mengenali aspek permukiman yang berdasarkan jumlah penduduk, yaitu :
1.  lebih dari 20.000 penduduk disebut urban
2.  lebih dari 100.000 penduduk disebut cities
3.  berpenduduk lebih dari 5 juta disebut big cities

2.2.Klasifikasi dan fungsi kota
2.2.1        Sistem klasifikasi kota menurut Taylor
Dalam mengklasifikasi kota, Taylor mempertimbangkan dinamika fungsional dari kota itu sendiri:
a.       Tahap awal atau infantil, belum terlihat jelas perbedaannya antara kawasan hunian/permukiman dengan kawasan perdagangan, antara permukiman kelas atas (elit) denga kelas bawah.
b.      Tahap muda atau juvenil, sudah mulai adanya pengelompokan perdagangan, misalnya kompleks ruko atau pertokoan. Pabrik dan perumahan elit sudah mulai muncul.
c.       Tahap dewasa, sudah mulai ada gejala pemisahan fungsi-fungsi seperti permukiman elit dengan menengah kebawah.

2.2.2        Sistem klasifikasi kota menurut Houston
Houston melakukan klasifikasi kota berdasarkan karakteristik pertumbuhannya, yakni:
a.       Stadium pembentukan inti kota merupakan tahap pembentukan CBD (Central Bussines District) dimana bangunan yang berfungsi sebagai kegiatan ekonomi sudah mulai dibangun.
b.      Stadium formatif merupakan tahap dimana industri besar-besar berkembang pesat dan teknologi sudah masuk ke berbagai sektor seperti pertanian, perkebunan, transportasi, perdagangan dan komunikasi. Stadium ini mulai terlihat pada abad ke-19 dimana terjadi revolusi industri di eropa.
c.       Stadium modern ditandai adanya kemajuan dibidang elektronika, yakni pada abad ke-20. Transportasi dan komunikasi sudah maju.
d.      Tahap ketuaan ditandai dengan menurunnya kesejahteraan penduduk, adanya kesenjangan sosial dan terhentinya perkembangan. Kehidupan Industri telah dibangun.

2.2.3        Sistem klasifikasi kota berdasarkan fungsinya
a.       Kota pusat produksi merupakan kota yang memiliki fungsi sebagai pusat produksi. Misalnya surabaya dan gresik.
b.      Kota pusat perdagangan merupakan kota yang memiliki fungsi sebagai pusat perdagangan. Misalnya hongkong dan jakarta.
c.       Kota pusat pemerintahan (Political Capital) merupakan kota yang memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan dan ibu kota negara.
d.      Kota pusat kebudayaan (Cultural Centre) merupakan kota yang memiliki fungsi sebagai pusat kebudayaan. Misalnya yogyakarta dan bali.

2.2.4  Sistem klasifikasi kota berdasarkan jumlah penduduk
a.       Megapolitan berpenduduk diatas 5 juta jiwa.
b.      Metropolitan berpenduduk 1-5 juta jiwa.
d.      Kota besar berpenduduk 500 ribu- 1 juta jiwa.
e.       Kota sedang berpenduduk 100-500 ribu jiwa.
f.       Kota kecil berpenduduk 20-100 ribu jiwa.

2.3. Dasar-dasar mendefinisikan kota
Dalam memberikan definisi dari kota para ahli mengajukan beberapa aspek yang akan mendasarinya menurut perhatian mereka masing-masing. Misalnya aspek moefologi, jumlah penduduk, sosial, ekonomi, dan hukum. Hoekveld geograf Belanda sehubungan itu memberikan bahasan sebagai berikut :
1.      Morfologi, masalah pokok adalah pembanding bentuk fisik kota dengan fisik pedesaan, di kota kita lihat gedung-gedung besar tinggi serba berdekatan sedang di desa rumah-rumah tersebar dalam lingkungan alam wajar wajar fisis-biotis. Tetapi perembangan zaman juga memperlihatkan menjadi kabur nya perbedaan bentuk fisik, kota bagian pinggiran mirip desa dan di desa pun muncul bangunan-bangunan meniru gaya kota.
2.      Jumlah penduduk, kota diukur berdasarkan jumlah penduduknya, sehubungan ini di dalam literature maka seize dari kota adalah jumlah penduduknya. Di Albania, Denmak, Swedia, tempat berpenduduk 200 orang sudah kota, di Kanada syaratnya 1000, di Amerika Serikat 2500 dan di Ghana 5000.
Di Indonesia setiap sensus nasional selalu berubah definisi kota, sehingga untuk mengadakan perbandingan jumlah kota antar desa warsa cukup sulit juga. Kini untuk sementaa di Indonesia dipakai criteria kota demikian:
1.      Kota kecil bependuduk 20.000-50.000 jiwa
2.      Kota sedang bependuduk 50.000-100.000 jiwa
3.      Kota besar berpenduduk 100.000-1.000.000 jiwa
4.      Kota metropolitan berpenduduk 1.000.000 jiwa keatas
3.      Hukum, pengertian kota d sini dikaitkan dengan adanya hak-hak hokum tersendiri bagi penghuni kota. Di zaman Hindia Belanda kota-kota seperti Salatiga, Sukabumi, Probolinggo berstatus haminte (gemeente), dengan alasan jumlah penduduknya berbangsa Eropa 10% lebih.
4.      Ekonomi, ciri kota di sini adalah hidup yang non-agraris, kota fungsi khasnya lebih kutural, industri, perdagangan. Dari itu semua yang menonjol adalah ekonomi perniagaan. Adanya pasar dengan keramaian perniagaan mencirikan kota.
5.      Sosial, hubungan-hubungan antarpenduduk secara social disebut impersonal, orang bergaul serba lugas, sepintas lalu. Mereka hidup seperti terkotak-kota oleh kepentingan yang berbeda-beda dan manusia bebas memilih lingkungannya dengan siapa yang diinginkannya.





BAB III
3.      Metodologi Penelitian
3.1.Desain penelitian
Desain penelitian yang dipakai adalah desain penelitian deskriptif.Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif berupa pengumpulan dan pengukuran data atau pendekatan kualitatif berupa penggambaran secara naratif.
3.2.Populasi dan sampel
Metode yang digunakan adalah metode penelitian sampling. Metode ini hanya meneliti sebagian dari satuan-satuan elementer/anggota populasi saja, namun mempunyai tujuan yang sama yakni mengenali karakter populasi secara keseluruhan. Metode ini lebih menghemat pengeluaran biaya, alokasi tenaga dan waktu serta memberikan gambaran yang nyaris sempurna terhadap karakter populasi.
Objek dalam penelitian wilayah ini adalah fenomena geosfer yang ada pada suatu wilayah.Fenomena geosfer ini dapat berupa fenomena fisikal alami, fisikal budayawi, sosialm\, ekonomi, budaya, politik, dan aspek lainnya.
3.3.Tehnik pengambilan data
Setiap penelitian selalu berkaitan dengan data, karena seseorang peneliti tidak akan dapat mencapai sasaran penelitiannya tanpa data yang digunakan sebagai bahan analisis. Dalam penelitian dikenal dua amacam data yakni (1) data primer dan (2) data sekunder.Data primer merupakan data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber.Sedangkan data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh melalui media perantara secara tidak langsung.(METODOLOGI PENELITIAN Wilayah Kontemporer.Hadi Sabari Yunus.2010.PUSTAKA PELAJAR.354).                    
Tehnik penelitian wilayah yang digunakan disini adalah wawancara dan observasi. Tehnik wawancara merupakan kegiatan pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara menanyakan secara langsung pada sumber informasi. Sumber informasinya adalah penduduk yang dapat memberikan keterangan melalui media oral.Pewawancara dan yang diwawancarai bertatapan muka secara langsung. Narasumbernya disini adalah ibu kepala RW.2 dan juga beberapa warga kelurahan samaan.Adapun tehnik penelitian selanjutnya adalah observasi secara langsung ke Kelurahan Samaan. Observasi dilakukan dengan 2 cara yakni membuat catatan tertulis dan merekam. Semua fenomena yang ada disekitar di dokumentasikan dalam rangka mengungkap keterkaitan fenomena.Dokumen disini dapat berupa (1) catatan tertulis, (2) sebuah gambar hasil pemotretan kamera (3) rekaman suara.Selain itu beberapa data juga didapatkan dari akses internet.(METODOLOGI PENELITIAN Wilayah Kontemporer. Hadi Sabari Yunus. 2010 . PUSTAKA PELAJAR. 375)
     
3.4.Analisis data
Sebagai bagian dri metode utama penelitian, spek analisis data yang perlu dikemukakan terdiri dari 3 macm pendekatan yaitu (1) pendekatan kualitatif (2) pendekatan kuantitatif dan (3) pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif  dimaknai sebagai metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan mengenai kondisi lingkungan manusia atau fisikal alami dalam kaitannya dengan gejala geosfer di permukaan bumi dengan berbagai variasi konseptual. Sedangkan penelitian kuantitatif lebih menunjuk kepada keberadaan angka-angka.(METODOLOGI PENELITIAN Wilayah Kontemporer. Hadi Sabari Yunus.2010.PUSTAKA PELAJAR.341)
Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode gabungan kualitatif dan kuantitatif (Mixing Qualitative and Qantitative Approach). Peneliti menggunakan data-data berupa angka yang didapatkan dari kantorKelurahan dan internet lalu menjabarkannya dalam bentuk konsep dan teks.





BAB IV
PEMBAHASAN
4.      Kondisi geografi
4.1. Letak dan luas










Kelurahan Samaan berada di Jalan Kaliurang Barat No.121 Kota Malang dengan luas wilayah 60,75 Ha yang terbagi dalam 8 Rukun Warga (RW) dan 58 (RT) pada tahun 2015, berada dibelahan Kota Malang dengan batas-batas wilayah :
·        Sebelah Utara : Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru
·        Sebelah Timur : Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen
·        Sebelah Selatan : Kelurahan Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen
·        Sebelah Barat : Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen
Berdasarkan konsep jarak, jarak yang dapat ditempuh dari Alun-alun Kota Malang menuju Kelurahan Samaan adalah 2,6 km apabila menggunakan motor dapat ditempuh selama tujuh menit, dan apabila ditempuh dengan jalan kaki dapat ditempuh selama 26 menit. Konsep keterjangkauan untuk mencapai Kelurahan Samaan dapat ditempuh dengan mobil, sepeda motor, angkutan umum baik online maupun offline. Berdasarkan konsep aglomerasi, yaitu konsep yang mengelompokkan suatu peristiwa sesuai dengan aktivitas manusia, konsep aglomerasi yang ada di Kelurahan Samaan adalah kawasan pemukiman. Ditinjau dari konsep morfologi, yaitu konsep yang berkaitan dengan tenaga pembentuk bumi dan memelajari keseluruhan permukaan bumi.Kelurahan Samaan termasuk dataran tinggi. Nilai kegunaan adalah peran dan manfaat yang diberikan oleh suatu daerah atau wilayah pada masyarakat atau makhluk hidup disekitarnya.Nilai kegunaan yang ada pada Kelurahan Samaan adalah daerah ini cocok untuk dijadikan kawasan industri rumah tangga mengingat banyaknya jumlah penduduk yang ada pada daerah tersebut.

4.2.Kondisi kependudukan
Kondisi kependudukan dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya yaitu:
1.      Jumlah penduduk
2.      Kepadatan penduduk
3.      Mobilitas penduduk
4.      Komposisi penduduk
5.      Ketenagakerjaan
NO.
JENIS LAPORAN
WNI
JUMLAH


L
P

1
Jumlah penduduk
5.315
5.372
10.686
2
Jumlah KK
2.447
458
2.905
3
Pindah antar kecamatan
10
7
17
4
Pindah antar provinsi
3
3
6
5
Datang dari kecamatan lain
5
6
11
6
Datang dari provinsi lain

2
2
7
Datang dari kabupaten lain
2
2
4
8
Penduduk beragama islam
4.309
4368
8677
9
Penduduk beragama Kristen
380
369
749
10
Penduduk beragama katolik
554
594
1.148
11
Penduduk beragama budha
33
32
65
12
Penduduk beragama hindu
13
8
21
13
Penduduk beragama lainnya
4
7
11
Dari beberapa poin tersebut dapat dijelaskan satu persatu mulai dari jumlah penduduk dan selanjutnya.
1.      Jumlah penduduk
Jumlah penduduk dapat mengidentifikasikan berapa jumlah penduduk yang ada pada daerah tersebut. Dengan adanya jumlah tersebut maka akan ditemukan data-data yang diperlukan. Dari table diatas dapat dijelaskan jumlah penduduk yang ada di Kelurahan Samaan adalah 10.686 jiwa, yang didominasi oleh kaum wanita yaitu sekitar 5.372 dan jumlah kaum laki-laki 5.315.
2.      Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk juga dapat menentukan apakah tempat/wilayah tersebut layak dihuni atau tidak karena semakin besar jumlah penduduk maka alih fungsi lahan juga semakin meningkat.Jadi pada Kelurahan Samaan sendiri jumlah kepadatan penduduk cukup banyak karena ada banyak unsur yang membuat suatu wilayah tersebut semakin padat yaitu unsur perpindahan yang mana disana juga digunakan untuk wilayah kos-kosan yang didominasi oleh mahasiswa yang bersasal dari luar kota/pulau.
3.      Mobilitas penduduk
Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan tertentu. Misalnya di Kelurahan Samaan sendiri mobilitas yang ada yaitu para mahasiswa yang nge-kos di wilayah Samaan dan para lulusan SMA yang langsung bekerja ataupun lulusan Sarjana yang juga bekerja di luar kota.
4.      Komposisi penduduk
Komposisi penduduk yang ada wilayah Samaan rata-rata didominasi oleh kaum wanita, lansia, dan pendatang.  
5.      Ketenagakerjaan
Ketenagakerjaan yang ada pada Kelurahan Samaan adalah sebagai pedagang, tenaga pendidik, wiraswasta, karyawan, sopir angkutan umum, buruh bangunan/pabrik, dan serabutan.
6.      Kepadatan Penduduk Aritmatik
Kepadatan penduduk aritmatik adalah jumlah rata-rata penduduk per luas wilayah,kepadatan penduduk aritmatik dapat dihitung dengan rumus (Wardiyatmoko,2012:52), berikut ini tabel mengenai klasifikasi kepadatan penduduk:
Kepadatan Penduduk :
Klasifikasi Kepadatan Penduduk
Rendah
Sedang
Tinggi
Sangat Tinggi
<150 jiwa/ha
151-200 jiwa/ha
201-400 jiwa/ha
>400 jiwa/ha
Jumlah penduduk Kelurahan Samaan yang diambil dalam data monografi Kelurahan Samaan tahun 2015 berjumlah 10.686 jiwa, sedangkan wilayahnya mempunyai luas 60,75 hektar.
Sehingga jika dihitung maka:
Kepadatan Penduduk :
Kepadatan penduduk :
Kepadatan penduduk : 175,9
Artinya setiap satu hektar terdapat kurang lebih sekitar 175-176 penduduk yang bertempat tinggal disana. Dalam klasifikasi tabel kepadatan penduduk termasuk kedalam klasifikasi kepadatan penduduk sedang ,penghitungan kepadatan penduduk aritmatik berguna dalam bidang perencanaan wilayah misalnya dengan mengetahui tingkat kepadatan penduduk suatu wilayah ,pemerintah dapat merencanakan pembangunan fasilitas sosial seperti jika kepadatan penduduk aritmatik rendah maka pembangunan fasilitas umum bisa dirangkap dengan daerah lain agar keuangan atau finansial pemerintah dapat termanage dengan baik namun jika kepadatan penduduk aritmatik tinggi maka pembangunan fasilitas perlu dipertimbangkan dengan jumlah penduduk yang menggunakan fasilitas tersebut.
7.         Rasio Jenis Kelamin(sex ratio)
Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antarajumlah penduduk pria dan jumlah penduduk wanita pada suatu daerah dan waktu tertentu yang biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk pria per 100 wanita (bps.go.id,2017).
Rasio jenis kelamin dihitung menggunakan rumus:
SR=
Diambil dari data monografi Samaan tahun 2015 , jumlah penduduk perempuan berjumlah 5372 jiwa sedangkan jumlah penduduk laki-laki berjumlah 5315 jiwa, sehingga dapat dihitung:
SR=
SR=  
SR=  98,93
artinya setiap 100 penduduk perempuan terdapat 99 penduduk laki-laki yang ada di Kelurahan Samaan. Data mengenai rasio jenis kelamin berguna untuk pengembangan perencanaan pembangunan berwawasan gender,tertama yang berkaitan dengan perimbangan pembangunan laki-laki dan perempuan secara adil (bps.go.id,2017).
4.3.Permukiman
Pemukiman adalah tempat tinggal dari beberapa keluarga dan juga tempat untuk beraktivitas baik iyu untuk bekerja ataupun untuk organisasi, pada konsep pemukiman sendiri membahas beberapa poin, diantaranya yaitu:
1.         Pola pemukiman
2.         Bentuk
3.         Bahan dasar
4.         Tipe
5.         Kualitas
6.         Pemanfaatan
Dari poin-poin di atas dapat dibahas satu persatu mulai dari pola pemukiman dan seterusnya:
1.         Pola pemukiman
Pola pemukiman tidak pernah lepas dari unsur geografi karena pada pola pemukiman sendiri biasanya mengikuti pola geografis lahan yang ada.Pada Kelurahan Samaan pola pemukiman yang terdapat adalah pola memanjang mengikuti pola aliran sungai karena rata-rata rumah yang dibangun diatas bantaran sungai.






2.         Bentuk
Bentuk pemukiman yang ada pada Kelurahan Samaan adalah memanjang mengikuti aliran sungai, akan tetapi jarak antar rumah satu dengan yang lain sangat sempit bahkan jalan yang ada pada setiap RT sulit dilewati apabila terdapat dua motor yang melaju berlainan arah, sehingga salah satu pengendara harus mengalah. Pada Kelurahan Samaan pola pemukiman juga sangat tidak teratur pola tata letak sangat bergantung pada lahan yang disediakan apabila lahan itu kecil maka mereka akan membuat lahan tersebut sebagai rumah walaupun rumah tersebut kecil.
3.         Bahan dasar
Bahan dasar yang digunakan untuk membagun rumah sudah didominasi oleh batu bata karena apabila membangun dengan bamboo tidak cocok dengan unsur tata letak yang mana berada pada bantaran sungai yang mungkin sewaktu-waktu terjadi bajir bandang.
4.      Tipe
Tipe yang digunakan adalah tipe minimalis mengingat kurangnya ketersediaan lahan yang ada jadi masyarakat disana membangun rumah dengan multifungsi yang ada di dalamnya sehingga dapat digunakan berbagai macam aktivitas.
5.      Kualitas
Kulaitas rumah sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia, karena apabila kualitas rumah tersebut rendah maka akan banyak mendatangkan masalah. Rumah yang ada pada Kelurahan Samaan tergolong dalam keadaan cukup mengingat rumah tersebut yang kapan-kapan terjadi banjir ataupun mudahnya warga terserang penyakit yang ditimbulkan dari lingkungan ataupun hewan yang ada disekitar.
6.      Pemanfaatan
Pemanfaatan rumah di Kelurahan Samaan adalah digunakan untuk berdagang serta digunakan untuk industry rumah tangga.Untuk industry tumah tangga mereka membuat sandal, dan kerajinan tangan lainnya.

4.4.Ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang memelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, sistribusi, dan konsumsi terhadap barangdan jasa. Berikut beberapa poin penting seputar ekonomi:
1.         Tenaga kerja
2.         Mata pencaharian
3.         Struktur ekonomi
Berdasarkan poin-poin tersebut dapat dijelaskan satu persatu mulai dari tenaga kerja dan seterusnya.
1.         Tenaga kerja
Tenaga kerja adalah penduduk yang sedang berada dimasa kerja tenaga kerja juga tidak memandang umur baik itu muda atau tua, lulusan SMA ataupun Luusan sarjana semua dianggap sebagai tenaga kerja. Tenaga kerja yang ada pada Kelurahan Samaan rata-rata didominasi oleh lulusan SMA karena keterbatasan biaya yang menuntut para pemuda untuk bekerja baik di dalam kota maupun di luar kota.
2.         Mata pencaharian
Mata pencaharian yang ada pada Kelurahan ini adalah pedagang, wiraswasta, supir angkutan umum, karyawan, tenaga pendidik, buruh, dan serabutan.Rata-rata pekerjaan yang ada pada Kelurahan Samaan adalah pedagang dan wiraswasta terutma yang bergerak di bidang industrimrumah tangga.
3.         Struktur ekonomi
Struktur ekonomi yang ada pada Kelurahan Samaan adalah menengah keatas karena masyarakatnya sudah memiliki usaha rumah tangga sendiri walaupun masih ada warga yang masih kekurangan karena pekerjaan yang serabutan.

4.5. Sosial budaya
Sosial budaya adalah segala hal yang diciptakan oleh manusia dengan pikiran dan budi nuraninya untuk kehidupan bermasyarakat. Beberapa poin-poin yang dapat dikaji pada sapek sosial budaya adalah sebagai berikut:
1.      Pendidikan
2.      Kesehatan
3.      Keagaamaan
4.      Organisasi masyarakat
5.      Adat istadat dan tradisi
Berdasarkan poin-poin tersebut dapat dijelaskan lebih rinci mulai dari pendidikan dan seterusnya:
1.      Pendidikan
Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi setiap individu tanpa adanya pendidikan maka masyarakat menjadi gaptek (gagal iptek) dan ketinggalan zaman.Pada pendidikan sendiri pemerintah telah menetapkan wajib belajar dua belas tahun dari kelas sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.Pendidikan yang ada pada Kelurahan Samaan adalah rata-rata tamatan SMA dan Sarjana, hal ini membuktikan bahwa pada Kelurahan ini sitem pendidikan mulai maju karena telah memenuhi program wajib belajar dua belas tahun.
2.      Kesehatan
Kesehatan merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia karena tingkat kesehatan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kematian dan tingkat kelahiran bayi setipa tahunnya.Kelurahan Samaan memiliki tingkat kesehatan yang memadai hal ini karena pada Kelurahan ini setiap bulan diadakan program posyandu bagi lansia dan balita, karena pada Kelurahan ini didominasi oleh lansia.Keterjangkauan tempat berobat sendiri juga lumayan jauh dan harus menempuh 30 menit untuk ke tempat berobat tersebut.Masyarakat disana apabila ada ibu hamil hanya mengandalkan bidan setempat karena keterjangkauan tempat tersebut.

3.      Keagamaan
NO.
JENIS LAPORAN
WNI
JUMLAH


L
P

1
Penduduk beragama islam
4.309
4368
8677
2
Penduduk beragama Kristen
380
369
749
3
Penduduk beragama katolik
554
594
1.148
4
Penduduk beragama budha
33
32
65
5
Penduduk beragama hindu
13
8
21
6
Penduduk beragama lainnya
4
7
11

Keagamaan pada Kelurahan Samaan tergolong lengkap karena segala macam agama ada di dalam Kelurahan ini. Akan tetapi yang paling mendominasi adalah agama islam dengan jumlah 8.677 jiwa, disusul oleh agama katolik dengan jumlah 1.148 jiwa, lalu agama Kristen dengan jumlah 749 jiwa, kemudian disusul oleh agama budha dengan  jumlah 65 jiwa, disusul lagi oleh agama hindu dengan jumlah 21, dan yang terakhir agama lainnya berjumlah 11 jiwa.
4.      Organisasi masyarakat
Organisasi masyarakat adalah poin terpenting bagi suatu tempat karena dengan adanya organisasi tersebut dapat mempererat tali sillahturahmi dan juga sebagai tempat aspirasi warga. Kelurahan Samaan memiliki berbagai macam organisasi masyarakat dan masih terus berjalan hingga sekarang contohnya adalah karang taruna yang dilakukan oleh para pemuda desa, PKK baik itu PKK RT/RW, dan pengajian yang dilakukan oleh kaum laki-laki ataupun kaum wanita. Organisasi tersebut masih membahas tentang permasalahan kampung dan mencoba untuk memperbaikinya guna memajukan wilayah tersebut.

4.6.Fenomena dan masalah lingkungan social

A.            Masalah sampah

Limbah padat masyarakat dapat berupa sampah rumah tangga terutama berasal dari sampah dapur sehingga jumlah bahan organik cukup dominan jumlahnya di dalam sampah dan bentuk sampah umumnya basah dengan sifat mudah membusuk. Apabila sampahnya berupa zat- zat yang tidak bisa membusuk seperti plastik akan menjadi pencemaran lingkungan yang akan berdampak di kemudian hari karena kelalaian manusia untuk memberi kesempatan kepada mikrobapembusuk melakukan fungsinya dalam proses daur materi dan di lingkungan kumuh seperti itu sampah terlihat berserakan dimana-mana bahkan di depan rumah sekalipun. Karena kurangnya kesadaran penduduk dalam menjaga kebersihan lingkungansehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Dan lebih parahnya lagi sampah-sampahtersebut langsung dibuang ke sungai tanpat terdapatprosespengelolaan yang benar.Berdasarkan observasi yang dilakukan di kaliurang kelurahan samaan terlihat endapan sampah pada pinggiran, hal ini tentunya menciptakan lingkungan kurang sehat yang nanntiya dapat menimbulkan berbagai penyakit.







Foto Banyaknya Sampah yang Dibuang Ke Sungai

B.            Masalah sanitasi lingkungan

Kondisi sanitasi lingkungan pada suatu pemukiman bisa dilihat dari kepemilikan jamban keluarga atau umum yang memenuhi syarat teknis on-site sanitation (septic tank) dalam suatu wilayah. (Dinas Pekerjaan Umum) Menurut Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (BKBPM) Kota Malang Jarot Edi Sulistiono (Yuswantoro, 2009) mengenai kondisi sanitasi di pemukiman kumuh adalah: “Buruknya sanitasi terutama terjadi pada saluran dan muara pembuangan limbah rumah tangga. Hal ini memperburuk kualitas kehidupan di dalamnya. Faktanya, selama ini itulah yang terjadi di Kota Malang. Banyak permukiman para penduduk yang sanitasinya buruk, Termasuk kawasan permukiman di daerah aliran sungai. Lemahnya tingkat kesadaran masyarakat membuat mereka dengan seenaknya membuang langsung limbah rumah tangga ke sungai, tanpa pengolahan terlebih dulu.
C.      Masalah jarak bangunan untuk sirkulasi udara dan lokasi bangunan
Permukiman kawasan kaliurang memiliki tingkat kerapatan bangunan dengan  jarak ±1,5 m, hal ini tentunya akan berdampak pada para warga yang tinggal didaerah ini. Dampak lingkungan yang diakibatkan dari yang tinggal disekitar  jarak antar bangunan yang sempit adalah terjadi kebisingan sehingga keadaan rumah pun tidak nyaman. Jalan lingkungan  sangat dibutuhkan sebagai sarana hubungan lokal antarwarga masyarakat. Selain itu penting sebagai penghubung dengan daerah luar, misalnya dalam kasus terjadinya kebakaran. Tanpa jalan yang memadai, akan sulit bagi mobil pemadam kebakaran atau ambulans melaksanakan tugas penyelamatan wargasetempat.
Selain itu, lokasi bangunan yang sangat dekat dengan daerah pinggir sungai mengakibatkan kawasan itu sangat rawan terjadinya bencana alam lebih- lebih pada musim penghujan. Menurut Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Garis Sempadan yaitu: “Jarak bebas bangunan atau garis sempadan adalah garis batas luar pengamanuntuk mendirikan bangunan atau pagar yang ditarik pada jarak tertentu sejajar dengan jalan, tepi luar kepala jembatan, tepi sungai, tepi saluran, kaki tanggul, tepi situ/ rawa, tepi waduk, tepi mata air, rel kereta api, jaringan tenaga listrik, pipa gas”.

 

D.      Masalah KesehatanDari Perumahan Kumuh.

Dampak permasalahan perumahan kumuh yang paling besar adalah pada kesehatan. Berbagai penularan penyakit dapat menyebar melalui berbagai media seperti di bawah ini:
1.      Penularan Penyakit Melalui Air
Air adalah mutlak untuk kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak diperhatikan maka air dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Contoh klasik penyakit bakteri yang bersumber di airialah typhoid, disentri, dan kolera. Air yang tercemar oleh ekskreta tikus dapat menularkan leptospirosis yang disebabkan oleh leptospira.Juga penyakit jamur dapat ditularkan melalui air, dan bentuk- bentuk infektif daripada protozoa dan cacing-cacing perit dapat ditemukan dalam air pula. Berbagai serangga memerlukan air untuk tumbuh dan berkembang biak seperti nyamuk yang dapat menularkan berbagai macam penyakit. Penyakit virus yang menyerang anak-anak yang sehat adalah demam berdarah. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti yang dapat berkembang biak dalam air di sekitar rumah. Nyamuk culex quinquefasciatus dapat memakai air limbah yang kotor sebagai tempat perindukan, bahkan dapat berkembang biak dalam septictank.

2.      Penularan Penyakit Melalui Udara
      Penyakit dapat ditularkan dengan menghirup penyebab penyakit dalam pernapasan.Penyakit influensa dan tuberkulosis adalah contoh-contoh yang infeksinya melalui udara. Penyakit yang disebabkan oleh jamur juga dapat ditularkan melalui udara seperti penyakit histoplasmosis. Pencemaran dengan partikel-partikel kecil (debu) dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan juga memudahkan masuknya penyakit infeksi lainnya.

3. Penyakit Melalui Tanah
Seperti air tanah banyak mengandung penyebab penyakit, terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan.Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena tanah, terutama jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia, yang mengandung penyebabnya yakni clostridium tetani.Di dalam tanah juga banyak ditemukan bentuk-bentuk infektif berbagai parasit.Cacing-cacingperut penyebarannya melalui tanah (soil transmitted helminths), telurnya dikeluarkan dengan tinja.Jika sampai di tanah, telur-telur itu tumbuh menjadi bentuk infektif yang sudah siap untuk tumbuh di dalam badan manusia.Cara penularan dapat terjadi jika telur-telur yang masak ini (mature eggs) tertelan karena makanan tercemar oleh tanah yang mengandung telur tadi atau memakai tangan yang kotor. Mungkin juga seperti pada cacing tambang, larva infektif menembus kulitsehatkaki atau tangan yang tidak terlindung.

E.        MengakibatkanBencana Alam

Fasilitas drainase atau penyaluran air hujan mutlak ada pada suatu kawasan terbangun, karena tingkat kemampuan penyerapan air hujan oleh tanah relatif kecil. Tanpa fasilitas yang memadai, suasana becek dipastikan akan terjadi banjir kecil dan genangan air setelah turunnya hujan. Selain itu, karena banyaknya sampah plastik sukar hancur di dalam tanah sehingga menghalangi peresapan air hujan ke dalam tanah dan akhirnya terjadilah banjir. Terjadinya banjir tersebut juga disebabkan karena terlalu dekatnya pemukimanpenduduk dengan daerah aliran sungai. Sehingga apabila datang musim penghujan rawan terjadi tanah longsor

F.   Masalah Pemukiman Kumuh dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RT RW)
Setiap wilayah tentu mengalami perkembangan baik itu karena pengaruh pertambahan penduduk, kemajuan teknologi ataupun pesatnya  arus informasi dan komunikasi. Hal itu, jugaakan berdampak   pada   rencana  tataruang kota yang sudah direncanakan. Apabila terdapat penyimpangan maka pemerintah kota harus mempunyai alternatif yang tepat untuk mengatasinya. Permasalahan akibat dari bertambahnya jumlah penduduk adalah tempat tinggal.Kurangnya lahan untuk tempat tinggal menyebabkan munculnyapemukiman- pemukiman yang tidak sesuai dengan RTRW.                      
               Ketentuan ini didasarkan pada Peraturan Daerah No. 7 tahun  2001 tentang RTRW Kota Malang Tahun 2001-2011yaitu:“Ruang Iingkup Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2001 tentang RTRW Kota Malang Tahun 2001-2011 mencakup strategi dan kebijakan pengembangan wilayah Kota Malang; RTRW Kota Malang dan Ketentuan pemanfaatan dan pengendalianruang. Kebijakan RTRW Kota Malang dimaksudkan untuk mewujudkan keterpaduan, keterkaitandan keseimbangan antar wilayah serta keserasian antar sektor dan dijadikan acuan bagi instansi pemerintah dan masyarakat untuk mengarahkan lokasi dan memanfaatkan ruang daratan dan udara.
                 Tujuan RTRW Kota Malang adalah: pemanfaatan ruang wilayah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertahanan keamanan yang diwujudkan  dalam RTRW yang berkualitas, terselenggaranya pemanfaatan ruang wilayah yang berkelanjutan dan berwawasan Iingkungan sesuai dengan kemampuan daya dukung dan daya tampung Iingkungan hidup sertakebijakan pembangunan nasional dan daerah; terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budidayadan kawasan tertentu yang ada didaerah;            terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumberdaya alamdan sumberdaya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia; dan terwujudnya kehidupan masyarakatyang sejahtera”.
            Munculnya pemukiman kumuh yang menambah buruknya lingkungan kota pada umumnya justru berawal dari kebijaksanaan pemerintah. Hal ini berarti pemerintah daerah sebagai penanggung jawab rencana tata ruang kota dirasa kurang konsekuen dalam melaksanakan pembangunan kota. Sebagai penyebab utama kurang efektifnya rencana tata ruang kota (dengan indicator adanya berbagai penyimpangan) adalah selain kurang adanya koordinasi antar dinas/instansi, juga kurang dilibatkannya unsur masyarakat,    sehingga aspirasi masyarakat kurang terakomodasikan didalam rencana tata ruang kota. Dari hal-hal terurai di atas dapat dikatakan bahwa penetapan peraturan daerah tentang rencana tata ruang kota hanyalah sekedar formalitas, sesuai dengan ketentuan peraturan Menteri Dalam Negeri. Tetapi mulai dari proses penyusunan, sampai dengan implementasidan pelaksanaannya jauh dari apa yang diinginkan oleh peraturan dasarnya.

G.     Masalah Pemukiman Kumuh dengan Tata GunaTanah

Meningkatnya jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan tersedianya tanah untuk tempat tinggalyangcukup mengakibatkan masyarakat harus menyewa tanah untuk tempat tinggal. Masyarakat yang tidak mempunyai dana untuk membangun rumah terpaksa menggunakan tanah-tanah dengan sembarangan, salah satunya adalah daerah kaliurang selurahan samaan. Kelurahan ini memiliki presentase bangunan liar sebesar 25 % yang berada di bantaran sungai brantas di RW 1,2,3,5 dan 8. Selain itu, penggunaan tanah yang tidak sesuai atau sembarangandapat mengakibatkan tanah menjadi rawan akan bencana dan menimbulkan dampak lingkungan akibat terkikisnya tanah karena dialih fungsikan oleh kegiatan manusia.


BAB V
PENUTUP
5.      Kesimpulan dan saran
5.1.Kesimpuan
Berdasarkan konsep jarak, jarak yang dapat ditempuh dari Alun-alun Kota Malang menuju Kelurahan Samaan adalah 2,6 km apabila menggunakan motor dapat ditempuh selama tujuh menit, dan apabila ditempuh dengan jalan kaki dapat ditempuh selama 26 menit. Dan Kelurahan Samaan adalah daerah yang cocok untuk dijadikan kawasan industry rumah tangga mengingat banyaknya jumlah penduduk yang ada pada daerah tersebut. Kelurahan Samaan sendiri jumlah kepadatan penduduk cukup banyak karena ada banyak unsur yang membuat suatu wilayah tersebut semakin padat yaitu unsur perpindahan yang mana disana juga digunakan untuk wilayah kos-kosan yang didominasi oleh mahasiswa. Kelurahan Samaan memiliki berbagai macam organisasi masyarakat dan masih terus berjalan hingga sekarang contohnya adalah karang taruna yang dilakukan oleh para pemuda desa, PKK baik itu PKK RT/RW, dan pengajian yang dilakukan oleh kaum laki-laki ataupun kaum wanita.
5.2.Saran
Perkembangan suatu kota atau desa tak akan pernah lepas dari permasalaah yang ada,di saat suatu masyarakat mau berkerjasama memecahkan permasalahaan otomatis desa atau kota itu akan berkembang ke berbagai faktor seperti ekonomi,sosial,budaya maupun politiknya.







DAFTAR PUSTAKA

Daldjoeni, N. 2017. Geografi Kota da Desa. Ombak: Yogyakarta.
Soesanto, Ir. Msa.2003.Persepsi Masyarakat Terhadap Lingkungan Permukimannya Di Das Brantas.UniversitasMerdeka Malang.

Rofiana,Vifin.2015.Dampak Pemukiman Kumuh Terhadap Kelestarian Lingkungan Kota Malang.The Indonesian Journal of Public Admiistration. Vol 2, No 1.

Yunus.Hadi Sabari.2010. METODOLOGI PENELITIAN Wilayah Kontemporer PUSTAKA PELAJAR. Yogyakarta.

_______. 2018.Profil Kelurahan Samaan. https://Kelsamaan.malangkota.go.id, (online). Diakses pada tanggal 10 April 2018.








Komentar

Postingan Populer